Kamis, 21 Januari 2021

TANGGUNG JAWAB TERHADAP LINGKUNGAN SEBAGAI BENTUK KEIMANAN KITA KEPADA ALLAH SWT




 Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Halo teman-teman jumpa lagi di blog saya, tapi ada yang beda nih disini. Disini saya nggak akan mengulas cerita-cerita horror seperti biasanya, karena blog ini dibuat untuk tugas sekolah, atau lebih tepatnya pelajaran Pendidikan Agama Islam seperti yang sudah tertera di Judul. Kenapa sih saya mengambil judul itu? Emangnya apa sih hubungannya tanggung jawab terhadap lingkungan sama iman kepada Allah? semuanya akan saya ulas, selamat membaca^^

    Sebelumnya saya bahas dari yang paling mendasar dulu, apa itu tanggung jawab terhadap lingkungan? Tanggung jawab adalah suatu pengertian dasar untuk memahami manusia sebagai makhluk susila dan tinggi rendahnya akhlak yang dimilikinya. singkatnya, tanggung jawab adalah suatu hal yang harus kita lakukan mengingat posisi kita sebagai manusia ataupun warga negara. Jadi tanggung jawab terhadap lingkungan adalah tugas kita sebagai manusia dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. apa saja sih tanggung jawab kita terhadap lingkungan? nih saya beri gambarannya

  1. Tidak membuang sampah sembarangan,
  2. Menggunakan Eco Technology, atau teknologi yang ramah lingkungan,
  3. Menanami tanaman pada lahan yang kosong, atau reboisasi
  4. Turut menjaga kelestarian, dan
  5. Menanamkan rasa cinta terhadap Lingkungan

    Berikut diatas ini adalah beberapa contoh dari tanggung jawab kita terhadap lingkungan. Sebenarnya masih sangat banyak lagi, tapi mungkin kalian pun sudah mengerti garis besarnya. Guru saya pernah bilang seperti ini, "Allah menciptakan alam untuk manusia, dan Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi. Tapi, sebenarnya apa sih tanggung jawab kita terhadap alam? mengingat banyaknya bencana yang terjadi sejak awal tahun ini." oleh karena itu, saya akan mengulas lebih lanjut mengenai hal ini. Disarankan untuk beristirahat sejenak karena pembahasan setelah ini akan menjadi lebih serius.

    Sejak bulan januari ada banyak sekali bencana di Indonesia ini, kenapa ya, apakah karena kita kurang taat kepada allah? Mungkin saja. Tapi lebih tepatnya itu semua karena kita lalai terhadap tanggung jawab kita sediri. "Picu banjir terbesar di kalimantan karena berkurangnya area hutan primer". Dari hal ini saja kita tahu kesalahannya dimana. Itu karena manusia terlalu serakah dengan mengambil lahan hutan semena-mena dan saat bencana terjadi langsung berhadap kepada Allah. kemarin-kemarin kemana saja? Dalam 2 bulan ini, ada banyak bencana yang sudah terjadi di Indonesia, berikut diantaranya

Longsor di Sumedang
Terjadi pada tanggal 14 Januari 2021, bencana alam yang satu ini menggusur daerah bekas tambang batu yang kemudian dijadikan perumahan. Menurut warga setempat, daerah ini memang tidak layak untuk dijadikan perumahan mengingat poisinya berada di lereng bukit dan minim sekali pepohonan, yang artinya tempat itu sangat rawan terkena longsor. dan, pada tanggal 14 januari kemarin bencana alam itu benar-benar terjadi dengan sangat tragis. Terdapat 24 orang sebagai korban jiwa dan 16 orang dinyatakan hilang.  Sungguh ironis nya saat mendengar bahwa mereka juga tahu apa yang akan terjadi, tapi tetap saja tinggal disana.             

     Banjir besar di Kalimantan Selatan

Yang satu ini terjadi di Kalimantan Selatan sejak 12 januari dan masih berlanjut sampai hari ini. Dinyatakan sebagai banjir terbesar sejak 50 tahun terakhir, membayangkan betapa dahsyatnya banjir ini sudah tak ayal dinyatakan seperti itu. Sudah sekitar 8 hari semenjak bencana ini berlangsung dan tak kunjung reda juga, disaat seperti ini alangkah baiknya kita mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Akan tetapi tanggapan dari pemerintah seperti ini "Kami akan kaji secara komprehensif apa penyebabnya sehingga tidak terulang. Karena yang terdampak sangat luas hamper 2,6 juta hektare. Kita kaji dari sisi penggunaan lahan, aliran sungai, permukiman," Dan juga untuk masalah pengungsian belum dilaksanakan secara optimal dengan alasan mengikuti protokol kesehatan.

    Dari suatu sumber yang saya baca, tertulis bahwa tanggung jawab manusia menurut al-Qur’an, memperhatikan surat al-Mukminun ayat 115 ditemukan bahwa manusia adalah makhluk fungsional dan bertanggungjawab atau dengan kata lain penciptaan manusia bukanlah sebuah kesia-siaan. Tanggung jawab manusia tersebut meliputi tanggung jawab terhadap Allah Sang Pencipta, diri pribadi, keluaga, masyarakat, bangsa dan Negara, serta tanggung jawab terhadap alam. Selain itu, dalam Al-Qur'an bencana atau musibah disebutkan sebanyak 75 kali. Kata musibah sendiri memiliki makna segala sesuatu yang tidak dikehendaki oleh manusia dan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Dalam benak seorang muslim, seringkali suatu kejadian bencana dihubungkan dengan azab atau pembinasaan. Bencana diartikan sebagai hukuman Tuhan kepada manusia karena tidak mematuhi perintah Tuhan.

    Padahal sesungguhnya terdapat tiga macam artian bencana bagi seseorang. Pertama adalah bala', ini adalah ujian yang mengangkat derajat seseorang jika ia mampu melewatinya dengan baik, penuh kesadaran, keikhlasan, dan tawakkal. Bala' memperkuat keimanan dan memperkokoh ketaatan seorang hamba. Bahkan, bala' juga menjadi media peleburan dosa bagi hamba yang mampu menjalaninya dengan baik dan penuh kesabaran. Kedua, bencana juga diartikan sebagai hukuman atau iqob, jika manusia melampaui batas dengan melanggar aturan Tuhan. Contohnya, manakala manusia mengeksploitasi sumber daya alam sehingga merusaknya dan mengganggu keseimbangan alam. Ketiga adalah pembinasaan atau azab. Bencana ini adalah apa yang terjadi pada umat terdahulu yang menolak ajakan para nabi untuk bertauhid kepada Allah SWT. Manakala para nabi itu menyerukan keimanan, suatu kaum justru kian asyik tenggelam dalam kekufuran. Sebagai respon dari ketidakpatuhan secara berkesinambungan tersebut, maka Allah mengirimkan musibah yang membinasakan suatu kaum.

    Setelah menyimak uraian di atas, maka kita hendaknya tidak serta merta menyangkutpautkan suatu bencana dengan azab. Sebab, bisa jadi musibah tersebut adalah bala' yang menguji keimanan seseorang. Terhadap musibah jenis ini, seorang muslim harus sabar dan ikhlas. Sesungguhnya tidak ada satu peristiwa yang terjadi di alam ini, melainkan atas izin dan kehendaknya. Inilah yang kita kenal sebagai takdir. Dalam Surat Al An'am ayat 59 dan Al Hadid ayat 22 disebutkan, bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia sudah tertulis di dalam kitab yang nyata atau Lauhul Mahfuz. Sebagai umat beragama, kita pun tidak boleh lupa untuk senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT. Saat tertimpa musibah, kita boleh bersedih, tetapi pada saat yang sama kita harus menjaga sikap dan mulut kita agar terhindar dari sikap atau ucapan yang membuat Allah kian murka. Suatu ketika Abdurrahman bin 'Auf melihat Rosululloh bersedih dan meneteskan air mata setelah meninggalnya Ibrahim, putra Rosul. Abdurrahman pun menanyakan keadaan Rosul. Beliau menjawab, "Ini adalah Rahmat." Kemudian bersabda, "Air mata boleh menetes, hati boleh sedih, tetapi mulut ini jangan sampai berkata selain yang mengakibatkan Allah ridlo."

    Nah, sekian saja pemaparan dari saya, saya Adiyasa Dzikri Imani pamit undur diri, bila ada kekurangan dan kesalahan kata mohon dimaafkan karena itu dari diri saya sendiri. Karena sesungguhnya segala kelebihan hanya milik Allah semata. Wassalamualaikum Wr. Wb

Dalam Al-Qur'an bencana atau musibah disebutkan sebanyak 75 kali. Kata musibah sendiri memiliki makna segala sesuatu yang tidak dikehendaki oleh manusia dan tidak sesuai dengan hati nuraninya.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/101384/bencana-dalam-pandangan-islam
Dengan menyadari bahwa segala musibah sudah menjadi takdir, maka suatu bencana terjadi karena faktor alam dan manusia sebagai sebab atau wasilah.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/101384/bencana-dalam-pandangan-islam

Dengan menyadari bahwa segala musibah sudah menjadi takdir, maka suatu bencana terjadi karena faktor alam dan manusia sebagai sebab atau wasilah.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/101384/bencana-dalam-pandangan-islam
Dengan menyadari bahwa segala musibah sudah menjadi takdir, maka suatu bencana terjadi karena faktor alam dan manusia sebagai sebab atau wasilah. Faktor alam contohnya adalah turunnya hujan sebagai bagian dari siklus alam daur hidrologis. Kemudian faktor manusia turut berperan ketika hujan tersebut jatuh di lereng terbuka yang mengakibatkan longsor. Hujan yang sama pun dapat menyebabkan banjir ketika saluran air tidak lagi mampu menampung karena tersumbat tumpukan sampah.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/101384/bencana-dalam-pandangan-islam
Dengan menyadari bahwa segala musibah sudah menjadi takdir, maka suatu bencana terjadi karena faktor alam dan manusia sebagai sebab atau wasilah. Faktor alam contohnya adalah turunnya hujan sebagai bagian dari siklus alam daur hidrologis. Kemudian faktor manusia turut berperan ketika hujan tersebut jatuh di lereng terbuka yang mengakibatkan longsor. Hujan yang sama pun dapat menyebabkan banjir ketika saluran air tidak lagi mampu menampung karena tersumbat tumpukan sampah.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/101384/bencana-dalam-pandangan-islam
Dengan menyadari bahwa segala musibah sudah menjadi takdir, maka suatu bencana terjadi karena faktor alam dan manusia sebagai sebab atau wasilah. Faktor alam contohnya adalah turunnya hujan sebagai bagian dari siklus alam daur hidrologis. Kemudian faktor manusia turut berperan ketika hujan tersebut jatuh di lereng terbuka yang mengakibatkan longsor. Hujan yang sama pun dapat menyebabkan banjir ketika saluran air tidak lagi mampu menampung karena tersumbat tumpukan sampah.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/101384/bencana-dalam-pandangan-islam
Dengan menyadari bahwa segala musibah sudah menjadi takdir, maka suatu bencana terjadi karena faktor alam dan manusia sebagai sebab atau wasilah. Faktor alam contohnya adalah turunnya hujan sebagai bagian dari siklus alam daur hidrologis. Kemudian faktor manusia turut berperan ketika hujan tersebut jatuh di lereng terbuka yang mengakibatkan longsor. Hujan yang sama pun dapat menyebabkan banjir ketika saluran air tidak lagi mampu menampung karena tersumbat tumpukan sampah.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/101384/bencana-dalam-pandangan-islam
Dengan menyadari bahwa segala musibah sudah menjadi takdir, maka suatu bencana terjadi karena faktor alam dan manusia sebagai sebab atau wasilah. Faktor alam contohnya adalah turunnya hujan sebagai bagian dari siklus alam daur hidrologis. Kemudian faktor manusia turut berperan ketika hujan tersebut jatuh di lereng terbuka yang mengakibatkan longsor. Hujan yang sama pun dapat menyebabkan banjir ketika saluran air tidak lagi mampu menampung karena tersumbat tumpukan sampah.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/101384/bencana-dalam-pandangan-islam
Dengan menyadari bahwa segala musibah sudah menjadi takdir, maka suatu bencana terjadi karena faktor alam dan manusia sebagai sebab atau wasilah. Faktor alam contohnya adalah turunnya hujan sebagai bagian dari siklus alam daur hidrologis. Kemudian faktor manusia turut berperan ketika hujan tersebut jatuh di lereng terbuka yang mengakibatkan longsor. Hujan yang sama pun dapat menyebabkan banjir ketika saluran air tidak lagi mampu menampung karena tersumbat tumpukan sampah.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/101384/bencana-dalam-pandangan-islam
Dengan menyadari bahwa segala musibah sudah menjadi takdir, maka suatu bencana terjadi karena faktor alam dan manusia sebagai sebab atau wasilah. Faktor alam contohnya adalah turunnya hujan sebagai bagian dari siklus alam daur hidrologis. Kemudian faktor manusia turut berperan ketika hujan tersebut jatuh di lereng terbuka yang mengakibatkan longsor. Hujan yang sama pun dapat menyebabkan banjir ketika saluran air tidak lagi mampu menampung karena tersumbat tumpukan sampah.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/101384/bencana-dalam-pandangan-islam
Dengan menyadari bahwa segala musibah sudah menjadi takdir, maka suatu bencana terjadi karena faktor alam dan manusia sebagai sebab atau wasilah. Faktor alam contohnya adalah turunnya hujan sebagai bagian dari siklus alam daur hidrologis. Kemudian faktor manusia turut berperan ketika hujan tersebut jatuh di lereng terbuka yang mengakibatkan longsor. Hujan yang sama pun dapat menyebabkan banjir ketika saluran air tidak lagi mampu menampung karena tersumbat tumpukan sampah.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/101384/bencana-dalam-pandangan-islam
Dengan menyadari bahwa segala musibah sudah menjadi takdir, maka suatu bencana terjadi karena faktor alam dan manusia sebagai sebab atau wasilah. Faktor alam contohnya adalah turunnya hujan sebagai bagian dari siklus alam daur hidrologis. Kemudian faktor manusia turut berperan ketika hujan tersebut jatuh di lereng terbuka yang mengakibatkan longsor. Hujan yang sama pun dapat menyebabkan banjir ketika saluran air tidak lagi mampu menampung karena tersumbat tumpukan sampah.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/101384/bencana-dalam-pandangan-islam
Dengan menyadari bahwa segala musibah sudah menjadi takdir, maka suatu bencana terjadi karena faktor alam dan manusia sebagai sebab atau wasilah. Faktor alam contohnya adalah turunnya hujan sebagai bagian dari siklus alam daur hidrologis. Kemudian faktor manusia turut berperan ketika hujan tersebut jatuh di lereng terbuka yang mengakibatkan longsor. Hujan yang sama pun dapat menyebabkan banjir ketika saluran air tidak lagi mampu menampung karena tersumbat tumpukan sampah.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/101384/bencana-dalam-pandangan-islam
Dengan menyadari bahwa segala musibah sudah menjadi takdir, maka suatu bencana terjadi karena faktor alam dan manusia sebagai sebab atau wasilah. Faktor alam contohnya adalah turunnya hujan sebagai bagian dari siklus alam daur hidrologis. Kemudian faktor manusia turut berperan ketika hujan tersebut jatuh di lereng terbuka yang mengakibatkan longsor. Hujan yang sama pun dapat menyebabkan banjir ketika saluran air tidak lagi mampu menampung karena tersumbat tumpukan sampah.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/101384/bencana-dalam-pandangan-islam
Dengan menyadari bahwa segala musibah sudah menjadi takdir, maka suatu bencana terjadi karena faktor alam dan manusia sebagai sebab atau wasilah. Faktor alam contohnya adalah turunnya hujan sebagai bagian dari siklus alam daur hidrologis. Kemudian faktor manusia turut berperan ketika hujan tersebut jatuh di lereng terbuka yang mengakibatkan longsor. Hujan yang sama pun dapat menyebabkan banjir ketika saluran air tidak lagi mampu menampung karena tersumbat tumpukan sampah.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/101384/bencana-dalam-pandangan-islam
Dengan menyadari bahwa segala musibah sudah menjadi takdir, maka suatu bencana terjadi karena faktor alam dan manusia sebagai sebab atau wasilah. Faktor alam contohnya adalah turunnya hujan sebagai bagian dari siklus alam daur hidrologis. Kemudian faktor manusia turut berperan ketika hujan tersebut jatuh di lereng terbuka yang mengakibatkan longsor. Hujan yang sama pun dapat menyebabkan banjir ketika saluran air tidak lagi mampu menampung karena tersumbat tumpukan sampah.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/101384/bencana-dalam-pandangan-islam
Dengan menyadari bahwa segala musibah sudah menjadi takdir, maka suatu bencana terjadi karena faktor alam dan manusia sebagai sebab atau wasilah. Faktor alam contohnya adalah turunnya hujan sebagai bagian dari siklus alam daur hidrologis. Kemudian faktor manusia turut berperan ketika hujan tersebut jatuh di lereng terbuka yang mengakibatkan longsor. Hujan yang sama pun dapat menyebabkan banjir ketika saluran air tidak lagi mampu menampung karena tersumbat tumpukan sampah.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/101384/bencana-dalam-pandangan-islam

Dengan menyadari bahwa segala musibah sudah menjadi takdir, maka suatu bencana terjadi karena faktor alam dan manusia sebagai sebab atau wasilah. Faktor alam contohnya adalah turunnya hujan sebagai bagian dari siklus alam daur hidrologis. Kemudian faktor manusia turut berperan ketika hujan tersebut jatuh di lereng terbuka yang mengakibatkan longsor. Hujan yang sama pun dapat menyebabkan banjir ketika saluran air tidak lagi mampu menampung karena tersumbat tumpukan sampah.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/101384/bencana-dalam-pandangan-islam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TANGGUNG JAWAB TERHADAP LINGKUNGAN SEBAGAI BENTUK KEIMANAN KITA KEPADA ALLAH SWT

 Assalamu'alaikum Wr. Wb     Halo teman-teman jumpa lagi di blog saya, tapi ada yang beda nih disini. Disini saya nggak akan mengulas ce...